Masjid Agung Surakarta Elemen Penting penyebaran Islam di Jawa Tengah

Slide13

Share This Post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on twitter
Share on linkedin

Di kota Surakarta banyak sekali fasilitas yang sangat lengkap. Salah satunya fasilitas tempat beribadah di Solo ini mempunyai masjid terkenal yaitu Masjid Agung Surakarta. Pada awal pembangunannya ditujukan sebagai masjid khusus untuk Negara Keraton Surakarta Hadiningrat. Dirawat dan difungsikan oleh pihak anggota keluarga kerajaan. Masjid Agung Surakarta pertama kali pada tahun 1763 M Oleh Sultan Pakubuwono III. Selesai dan difungsikan pada tahun 1768 M dan berdiri diatas lahan seluas 19.180 meter persegi. Sedangkan batas Masjid Agung Surakarta ini dibangun tembok yang mengelilinya setinggi 3.25 meter. Disekitar masjid terdapat beberapa penjual yang menjajakan di Pasar Klewer Solo. Disana terdapat beberapa kain yang biasa dijajakannya untuk para pembela yang mampir ke Solo. Tak heran jika setiap hari masjid ini juga tetap ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar untuk menunaikan ibadahnya.

Bila dilihat dari sejarahnya Masjid Agung Surakarta merupakan salah satu elemen penting dalam penyebaran Islam di Jawa Tengah. Bisa anda lihat pada berdirinya Keraton Surakarta yang sudah maju dari segi ekonomi, religius dan kebudayaannya. Dengan berdirinya Masjid Agung Surakarta sebagai unsur agama (sebagai tempat ibadah), kemudian alun-alun sebagai sarana Raja bertemu dengan rakyat luas, dan Pasar (saat ini disebut Pasar Klewer) sebagai pusat kegiatan Ekonomi berlangsung. Struktur ini membuat seluruh aspek kehidupan di kota Solo maju dan berkembang. Karena pihak keraton memperhatikan segala aspek kehidupan dari para rakyatnya. Seperti diketahui Masjid Agung Surakarta sudah berdiri sejak 300 tahun lalu. Masjid ini terbilang sangat kokoh dan kuat sampai saat ini. Bangunan Masjid yang berdiri megah bisa dilihat sampai saat ini.

Sejarah Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta diketahui dibangun sejak masa Raja Surakarta Paku Buwono III pada tahun 1785 M, namun menurut versi lain dari Basid Adnan dan Eko Budihardjo, Masjid Agung Surakarta dibangun pada sekitar tahun 1757 dengan adopsi Masjid Demak. Tepat setelah 12 tahun pindahnya Kasunanan Surakarta ke wilayah desa Sala dari Kartasura. Menurut cerita kebudayaan rakyat Surakarta. Masjid Agung Surakarta pada bagian kubah masjid pada zaman dahulu dilapisi dengan emas murni seberat 7,5 Kg, yaitu terdiri dari 192 keping uang ringgit emas. Namun, karena beberapa kejadiannya saat itu membuat emas tersebut sudah hilang. Pemasangan kubah emas tersebut diprakarsai oleh Raja Pakubuwono VII bersama dengan Condro Sangkolo pada sekitar tahun 1878 M.

Bentuk dari Masjid Agung Surakarta ini kental sekali dengan budaya Jawa. Meskipun beberapa bagian direnovasi. Namun, tidak meninggalkan beberapa ciri khas budaya Jawa. Renovasi pertama dilakukan oleh Pakubuwono IV, lalu dilanjutkan oleh Pakubuwono VII pada tahun 1856.  Beberapa bagian masjid tampak dipugar untuk lebih terlihat cukup luas. Selain itu, ada penambahan dari beberapa bagian masjid seperti penambahan  satu menara untuk adzan dan juga memperbaiki beberapa tempat wudhu dan gapura disekitar. Pembangunan menara masjid agung Surakarta pertama kali dilakukan pada tahun 1929 yang menghabiskan dana 100.000 gulden, dengan tinggi sekitar 30 meter dan terbuat dari beton bertulang.  Pondasi dari setiap bagian masjid ini dibangun dengan menggunakan pohon cemara yang bertahan hingga saat ini. Dalam membangun bangunan yang megah di Masjid Agung Surakarta setiap generasi penerus selalu membangun setiap bangunan di bagian Masjid secara perlahan. Pada kompleks Masjid Agung Surakarta ada beberapa bangunan yang mengalami perubahan benruk dan fungsi, seperti pergantian Mustaka Masjid Agung Surakarta, seluruh bagian kayu pada mimbar Masjid Agung Surakarta pada saat ini diplitur warna coklat tua, lantai ruang utama masjid kini dilapisi marmer putih berukuran 60 x 60 cm, bangunan istal saat ini sudah mengalami perubahan baik itu dalam segi bentuk dan fungsinya.

Itulah beberapa penjelasan tentang Masjid Agung Surakarta mengenai sejarah, asal-asul dan pembangunan masjid.

More To Explore

Slide1
Artikel Terbaru

Informasi dan Harga Kubah Masjid Malaysia

Bangunan masjid di Indonesia sering kali mengadaptasi ciri khas bangunan luar negeri, seperti Eropa, Timur Tengah, ataupun India. Ciri khas ini biasanya bisa dilihat pada

Slide2
Artikel Terbaru

Jual Kubah Masjid di Makassar Paling Recomended

Membangun sebuah masjid bukan perkara yang mudah. Hal itu dikarenakan, banyak komponen dalam masjid yang harus Anda perhatikan dengan baik. Salah satunya adalah dari segi

Slide3
Artikel Terbaru

Jual Kubah Masjid di Lombok Murah

Kubah adalah bagian dari bangunan masjid dan menjadi ciri khasnya. Dalam membuat kubah sendiri menggunakan bahan-bahan yang pastinya harus kokoh serta tahan lama. Di antara

Slide4
Artikel Terbaru

Jual Kubah Masjid di Kediri Berkualitas

Apabila sedang dalam proses membangun masjid, maka pastikan sudah mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Selain material bangunan juga perlu memesan kubah masjid yang menjadi titik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kirim Pesan
1
Butuh Bantuan?
Assalamualaiku, selamat datang di website CV. Karya Kubah. Untuk informasi biaya pembuatan kubah masjid atau konsultasi, hubungi kami via whatsapp.