Kemegahan Masjid Raya Pekanbaru yang Bersejarah

Slide1

Share This Post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on twitter
Share on linkedin

Jika mencari masjid tertua di Kota Pekanbaru, maka Masjid Raya Pekanbaru ini berhasil menyandang gelar tersebut. Masjid ini dibangun pada abad ke-18, tepatnya tahun 1762 oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Meski termasuk masjid tertua, masjid ini memiliki kondisi fisik yang masih kokoh dan arsitekturnya pun tetap terlihat apik model tradisional Melayu.

Sejarah Masjid Raya Pekanbaru

Masjid Tua Pekanbaru
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/masjid-raya-pekanbaru-dari-bangunan-menjadi-struktur-cagar-budaya/

Masjid Raya Pekanbaru didirikan pada masa kekuasaan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah saat memindahkan Senapelan (Pekanbaru) dan menjadikannya Pusat Kerajaan Siak. Pada adat Melayu, jika terjadi pemindahan pusat kerajaan maka harus diikuti dengan pembangunan “Istana Raja”, “Balai Kerapatan Adat”, dan “Masjid”. Ketiga hal tersebut merupakan representasi unsur pemerintahan, adat, dan agama (Tali Berpilin Tiga / Tungku Tiga Sejarangan).

Tahun 1762, bangunan tersebut diberi nama “Istana Bukit” setelah dilakukan sebuah upacara. Sementara itu, balai berapatan diberi nama “Balai Payung Sekaki” dan masjid diberi nama “Masjid Alam”. Nama ini mengikuti nama kecil Sultan Alamudin, yaitu Raja Alam.  Ada gelar yang disematkan pada Sultan Alamuddin Syah setelah beliau meninggal tahun 1766, yaitu “Mahrum Bukit”.

Beliau kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Tengku Muhammad Ali. Pada masa pemerintahan Tengku Muhammad Ali ini (1766 – 1779), Senapelan berkembang pesat dengan aktivitas perdagangannya. Para pedagang dari Semenanjung Malaka dan Johor serta daerah sekitarnya rama berdatangan ke pasar ini. Hingga pasar ini menjadi salah satu pusat perekonomian penting di Sumatera. Beliau juga melakukan perluasan masjid yang pertama kalinya. Ide perluasan ini muncul untuk menampung para pedagang yang datang dari segala penjuru, maka dibuatkan “pekan yang baru” yang artinya pasar baru. Nama ini kemudian menjadi Pekanbaru.

Keunikan Arsitektur Masjid Raya Pekanbaru

  1. Mengalami beberapa kali renovasi
Masjid Raya Pekanbaru 190814165322 487
https://khazanah.republika.co.id/berita/pw80ui313/masjid-raya-pekanbaru-tertua-di-pekanbaru

Masjid Raya Pekanbaru pernah mengalami beberapa kali perbaikan dan renovasi. Perbaikan dan perluasan masjid yang bersejarah ini melibatkan seluruh elemen masyarakat sekitar. Pada tahun 1755, renovasi dilakukan untuk pelebaran daya tampung masjid. Lalu tahun 1810 saat masa pemerintahan Sultan Assaidis Syarif Ali Abdul Jalil Saifuddin, bangunan ini kembali direnovasi dengan penambahan fasilitas. Fasilitas tersebut meliputi tempat berteduh untuk peziarah makam di sekitar masjid. Sementara tahun 1940, ada renovasi lagi yang dilakukan dengan penambahan pintu gerbang masjid menghadap ke arah timur. Renovasi terakhir terjadi tahun 1940 dan merupakan renovasi dari keseluruhan masjid.

  1. Memiliki tiang saka guru

Bangunan masjid ini juga meliputi tiang saka guru yang terdiri dari 4 buah. Tiang ini disediakan oleh Datuk Empat Suku yang merupakan para kepala adat. Sementara itu, tiang tuanya disediakan  oleh Sayid Osman Syahabudin. Sayid Osman merupakan menantu Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah yang menjadi imam besar sejak Masjid Alam berdiri.

  1. Kubah dan tiang yang melambangakan filosofi kebersamaan

Kubah pada Masjid Raya Pekanbaru ini merupakan elemen masjid yang disediakan oleh Sultan Muhammad Ali. Kubah ini melambangkan bahwa sultan adalah pucuk pimpinan dalam pemerintahan. Datuk Empat Suku pada masjid ini mencerminkan tiang pemerintahan (pemegang adat). Sementara ulama seperti halnya tiang yang menopang jalannya syariat. Lalu masyarakat umum adalah darah dan daging pemerintahan. Maka, dari hal-hal tersebut, terlambangkan sebuah kebersamaan antara penguasa, ulama, pimpinan adat, dan masyarakat.

  1. Mengalami revitalisasi tahun 2009

Pada tahun 2009, Masjid Raya Pekanbaru ini mengalami proyek revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Revitalisasi yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Riau ini menghancurkan bangunan asli masjid. Akibatnya, hanya tersisa 26 tiang bekas bangunan lama. Tiang-tiang Masjid Raya Pekanbaru tersebut berada di sisi timur, selatan, barat, dan utara.

Bekas tiang penyangga masjid lalu dibuat menjadi bentuk menara. Sehingga, Masjid Raya Pekanbaru ini merupakan satu-satunya masjid yang memiliki menara di dalam bangunan. Kini, bentuk masjid ini sudah direvitalisasi lebih modern dan megah. Berbeda dengan sebelumnya yang masih bergaya arsitektur Melayu kuno.

 

 

More To Explore

Slide1
Artikel Terbaru

Informasi dan Harga Kubah Masjid Malaysia

Bangunan masjid di Indonesia sering kali mengadaptasi ciri khas bangunan luar negeri, seperti Eropa, Timur Tengah, ataupun India. Ciri khas ini biasanya bisa dilihat pada

Slide2
Artikel Terbaru

Jual Kubah Masjid di Makassar Paling Recomended

Membangun sebuah masjid bukan perkara yang mudah. Hal itu dikarenakan, banyak komponen dalam masjid yang harus Anda perhatikan dengan baik. Salah satunya adalah dari segi

Slide3
Artikel Terbaru

Jual Kubah Masjid di Lombok Murah

Kubah adalah bagian dari bangunan masjid dan menjadi ciri khasnya. Dalam membuat kubah sendiri menggunakan bahan-bahan yang pastinya harus kokoh serta tahan lama. Di antara

Slide4
Artikel Terbaru

Jual Kubah Masjid di Kediri Berkualitas

Apabila sedang dalam proses membangun masjid, maka pastikan sudah mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Selain material bangunan juga perlu memesan kubah masjid yang menjadi titik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Assalamualaiku, selamat datang di website CV. Karya Kubah. Untuk informasi biaya pembuatan kubah masjid atau konsultasi, hubungi kami via whatsapp.
Powered by